yeti? benar adakah??


Yeti, si manusia salju yang hidup di Pegunungan Himalaya.

Banyak kabar bahwa Yeti itu benar-benar ada, karena terbukti beredarnya foto-foto bahkan Video yang terekam sosok manusia salju yang saat itu sedang berjalan.



Pada tahun 1832 ada seorang pendaki dari Inggris yang bernama B.H. Hodgson mengaku pernah melihat makhluk yang seperti kera, tidak berekor, dan berjalan tegak.

Berita ini langsung menggelagar seluruh dunia, karena baru pertama kali ada makhluk seperti ini.

Sekitar tahun 1931, seorang pendaki yang berasal dari inggris bernama Eric Snipton pernah melihat jejak kaki yeti.

Semula dia hanya mengira bahwa itu jejak kaki manusia, akan tetapi jejak kaki itu memilikipanjang 13 inchi dengan lebar 8 inchi.

Makhluk ini sangat pandai menyembunyikan diri, sehingga para pemburu yang ingin melihat big foot sangatlah susah, mereka menganggap yeti itu bukan manusia, mungkin memeng manusia, tetapi manusia yang belum berevolusi menjadi manusia sempurna saat ini.makhluk ini pernah melintasdi ladang bersalju untuk mencari lumut yang mengandung garam di batu moraine.

Ivan Sanderson,ilmuan dari inggris ini mengatakan bahwa makhluk ini mencari lumut bukan sembarang lumutyang dia cariyaitu lumut kerak.

Ada beberapa Pemburu mengatakan bahwa Yeti tidak tinggal di zona bersalju, melainkan tempat tinggalnya adalah hutan Himalaya yang paling tinggi.





Apa perbedaan antara yeti dengan Big Foot?


Sebenarnya tidak ada bedanya, kedua-duanya sama-sama primata besar dan pernah hidup di jaman purba hanya saja yeti tinggalnya di himalaya, sedangkan Big Foot di daerah kanada dan amerika serikat.


bukan hanya di kanada,amerika serikat,dan himalaya.padahal diseluruh dunia ada makhluk sejenis ini misal:
-yeren di china
-yowie di australia


Dan ada 2 pemburu pernah menemukan mayat Bigfoot ini diwilayah utara Georgia, Negara bagian Amerika serikat.

Kedua pemburu ini diantaranya teman dari Tom Biscardi, pimpinan "Pelacak Bigfoot" yang sudah lama didirikan.



Prof. Bryan Sykes, seorang ahli ilmu genetika manusia dari Institute Of Molecular Medicine, mengungkapkan bahwa DNA pada rambut Yeti adalah bukan termasuk DNA manusia, atau milik Beruang dan makhluk lainnya.

Yeti termasuk binatang setengah kera dan manusia yang mendapat perlindungan dari Pemerintah Nepal sebagai makhluk yang hampir punah sampai pertengahan tahun 1950.

mungkin saja, di indonesia ada,tetapi belum ada tanda-tandanya.

0 komentar:

Posting Komentar